Bone Bolango, 26 Agustus 2025 – Suasana hangat menyelimuti aula Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Bone Bolango pada Selasa malam (26/8), ketika digelar kegiatan Sapa Alumni. Acara yang berlangsung pukul 20.30–22.00 WITA ini mempertemukan para santri dengan lima alumni yang saat ini melanjutkan studi di Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar.
Hadir dalam kegiatan tersebut:
Kelima alumni ini disambut penuh antusias oleh para santri. Kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna, mempererat ikatan antara alumni dan adik-adik santrinya yang masih berproses menempuh pendidikan di pondok.
Dalam kesempatan tersebut, para alumni bergantian menyampaikan nasihat yang lahir dari pengalaman pribadi mereka. Pesan utama yang senantiasa ditekankan adalah agar santri tidak menyia-nyiakan kesempatan menuntut ilmu di pesantren.
“Jangan sampai keluar dari sini dengan hanya membawa penyesalan. Waktu di pesantren adalah masa emas yang akan menjadi bekal besar di masa depan,” ucap salah seorang alumni yang diamini oleh rekan-rekannya.
Selain itu, mereka juga menegaskan pentingnya hubungan dengan orang tua. Doa orang tua disebut sebagai kekuatan yang tidak boleh dilupakan. “Apa pun yang kalian capai nanti, jangan pernah lupakan doa orang tua. Itulah yang menjadi pintu keberkahan,” tambah mereka.
Tak hanya diisi nasihat, Sapa Alumni juga dipenuhi canda dan cerita lucu dari pengalaman para alumni ketika masih menjadi santri. Cerita-cerita itu membuat seisi ruangan pecah dengan tawa, menciptakan suasana cair dan menyenangkan.
Para santri yang hadir tampak antusias mendengarkan, sekaligus mendapatkan gambaran nyata bahwa perjalanan di pesantren tidak selalu mudah, tetapi penuh warna dan kenangan berharga.
Salah satu poin menarik yang disampaikan alumni adalah kebanggaan mereka terhadap OSPWI (Organisasi Santri Pesantren Wahdah Islamiyah). Organisasi ini menjadi wadah pertama yang mereka masuki saat masih di pesantren.
“OSPWI adalah tempat kami belajar memimpin, bekerja sama, dan melatih tanggung jawab. Bekal dari organisasi inilah yang membuat kami lebih siap ketika masuk ke dunia kampus dan masyarakat,” ungkap mereka dengan penuh semangat.
Pernyataan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi pengurus OSPWI saat ini, bahwa organisasi yang mereka jalani adalah bagian penting dari proses pembentukan karakter.
Kegiatan Sapa Alumni ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga menjadi sarana mempererat ikatan antara santri dan alumni. Melalui acara ini, santri memperoleh inspirasi nyata dari kakak-kakak mereka yang kini berkiprah di perguruan tinggi.
Di akhir acara, para santri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para alumni. Kehangatan silaturahmi ini diharapkan terus terjaga, menjadi jembatan antara generasi yang sudah menamatkan pendidikan di pondok dengan mereka yang masih dalam proses perjuangan.