Bone Bolango- Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Pesantren Wahdah Islamiyah pada pagi ini, saat pelantikan Organisasi Santri Pesantren Wahdah Islamiyah masa bhakti 2025/2026 resmi digelar. Pengurus baru yang mengusung nama Kabinet Aksara dilantik langsung oleh pimpinan pesantren, KH. Rustam Faidah, Lc., di hadapan para santri, dewan guru, dan jajaran pengurus sebelumnya.
Acara pelantikan diawali dengan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan dengan laporan panitia serta pembacaan struktur kepengurusan Kabinet Aksara. Satu per satu, para pengurus maju ke depan untuk mengucapkan ikrar dan janji pengabdian, sebagai wujud kesiapan dalam mengemban tanggung jawab besar yang telah dipercayakan kepada mereka.
Dalam sambutannya, KH. Rustam Faidah, Lc. menyampaikan pesan mendalam yang menjadi peneguh hati bagi seluruh pengurus. Beliau menekankan bahwa seorang santri yang diberi amanah kepengurusan harus mampu menjadi teladan, bukan hanya dalam disiplin dan akhlak, tetapi juga dalam kesungguhan belajar dan melayani sesama.
“Kalian harus menjadi teladan, dan insya Allah Allah menjaga kalian. Aamiin,” tegas beliau, disambut dengan takbir dan doa dari seluruh santri yang hadir.
Kabinet Aksara sendiri merupakan simbol harapan baru bagi perjalanan organisasi santri. Nama “Aksara” dipilih sebagai representasi dari huruf-huruf yang menjadi dasar ilmu, tanda yang menghubungkan santri dengan dunia pengetahuan, serta simbol peradaban yang akan terus dijaga dan diwariskan. Melalui nama tersebut, pengurus baru diharapkan mampu menorehkan catatan sejarah yang indah dalam kiprah organisasi.
Struktur Kabinet Aksara terdiri dari pengurus inti, yaitu ketua, sekretaris, dan bendahara, serta beberapa divisi yang mencakup bidang keagamaan, kebersihan, konsumsi, kesehatan, olahraga, bahasa, hingga keamanan. Masing-masing divisi diharapkan mampu bergerak aktif dengan program kerja yang terarah dan bermanfaat, baik bagi kehidupan santri di dalam pesantren maupun kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar.
Selain sebagai wadah pengembangan diri, organisasi santri juga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan bagi para santri. Melalui kepengurusan, mereka ditempa untuk berlatih mengelola kegiatan, mengatur waktu, membangun kerjasama, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab yang kelak akan berguna di tengah masyarakat.
Dengan resmi dilantiknya Kabinet Aksara, maka tongkat estafet kepengurusan telah berpindah. Harapan besar terletak di pundak para pengurus baru untuk melanjutkan program kerja, menghadirkan inovasi, serta menjaga tradisi kebaikan yang telah ditorehkan oleh pengurus sebelumnya.
Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan pertolongan Allah agar Kabinet Aksara senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah hingga akhir masa bhakti 2025/2026. Suasana penuh harapan mewarnai wajah para santri, menandai dimulainya babak baru perjalanan organisasi santri Pesantren Wahdah Islamiyah.